Sabtu, 29 Oktober 2011

pembelajaran untuk sebuah kehidupan

masalah....datang untuk mewarnai kehidupan. dikala masalah datang dan diri ini dihadapkan pada satu persoalan, terkadang kehidupan mengalami penurunan, ketika seseorang mengalami tingkat depresi yang dikatakan dapat diatasi oleh dirinya sendiri. kepribadian orang yang sabar adalah kepribadian yang baik. seringkali emosi menguasai diri ketika dihadapkan kepada suatu persoalan yang akan dihadapi. namun, hal tersebut merupakan pelatihan diri bagi pribadi yang emosional dan kurangnya kesabaran yang dapat berujung dengan bertambahnya sebuah persoalan yang baru.
manusia adalah mahluk tuhan yang paling sempurna. diciptakan dengan dua unsur yang sangat istimewa anugrah dari tuhan yang maha kuasa....hati....dan akal fikiran.
seseorang yang cendrung lebih mengutamakan menggunakan perasaan (hati) didalam setiap persoalan yang dihadapi, cendrung lebih terkait dengan unsur emosional yang terkandung didalam dirinya.
dan ketika seseorang yang berfikir lebih ke arah rasional, dalam menghadapi persoalan dan permasalahan yang dihadapinya, kemudian menyikapinya dengan hati/perasaan dan dibantu dengan akal fikiran yang baik akan menghasilkan sebuah hal yang baik.

tidak seutuhnya, tidak seluruhnya didalam menjalani kehidupan manusia selalu mengalami hal yang mengenakan, tanpa adanya permasalahan. masalah....menjadi penting untuk melatih seseorang menjadi lebih dewasa lagi. melatih kepribadian seseorang dan menjadi matang karenanya setelah melalui permasalahan tersebut.
kehidupan bagaikan roda yang berputar....terkadang posisi seseorang didalam kehidupan yang dijalaninya berada pada posisi puncak yang menyenangkan dan mengalami kebahagiaan didalam hidupnya.
dan terkadang posisi seseorang didalam kehidupan yang ia jalani berada pada keterpurukan, dimana orang tersebut harus bangkit....beranjak dari permasalahan yang sedang dihadapinya dan dapat mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.

kehidupan juga layaknya sebuah jalanan....yang mulus...tanpa lubang sedikitpun yang menjadi penghalang bagi orang yang melaluinya. masalah dalam kehidupan hadir layaknya lubang yang berada ditengah-tengah perjalanan kehidupan seseorang. sesekali menghadang ketika ada lubang (permasalahan) di hadapan jalan hidup seseorang. sesekali datang untuk menyadarkan seorang yang sedang terlena dengan jalan kehiduannya yang mulus....lancar...tanpa hambatan dan tanpa adanya masalah.

namun permasalahan jangan dijadikan sebagai penghancur bagi diri pribadi seseorang. karena tidak ada gunanya seseorang terus kian terpuruk dalam masalah dan hancur karenanya dan tidak ada gunanya terus terlarut didalam masalah tersebut. alangkah baiknya bangkit dari masalah dan membangun kehidupan yang lebih baik lagi. hal itu yang selalu saya ingat dari almarhum sang ayah yang selalu menjadi penyemangat dan pendorong bagi kehidupannya.

Kamis, 27 Oktober 2011

individu, keluarga, dan masyarakat

ketiga aspek tersebut juga saling ada kaitanya. setiap individu perorangan yang tergabung didalam lingkup sosial dalam sebuah keluarga, dan setiap keluarga yang tergabung didalam kelompok masyarakat sosial.
masing-masing memiliki keterkaitan satu sama lain seperti halnya manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial yang tergabung didalam lingkup kehidupan sosial yang saling terkait satu sama lain dan saling membutuhkan.
individu sendiri diartikan sebagai sebuah pribadi yang yang memiliki sikap, kebiasaan, dan prilaku yang terkandung didalam diri seorang individu. memiliki kepentingan-kepentingan dan tujuan priadi yang bersifat individu (dirinya sendiri) serta aturan-aturan yang dianut oleh pribadi tersebut.
sedangkan keluarga adalah dimana tempat terbentuknya prilaku, sikap individu pada tahap awal perkembangan kepribadian individu. masing-masing individu yang tergabung didalam sebuah keluarga, sebagai kelompok sosial kecil yang memiliki aturan-aturan yang disepakati bersama oleh setiap individu yang tergabung didalam sebuah keluarga.
masyarakat adalah sekelompok massa yang lebih luas cakupannya dalam aspek sosial. setiap individu dan keluarga tergabung didalam masyarakat sosial. masyarakat sosial yang hidup berdampingan satu dengan yang lainnya dan memiliki nilai2 serta aturan yang ada pada masyarakat.

ketiga unsur tersebut, individu, keluarga, dan masyarakat, ketiganya memiliki hubungan saling keterkaitan. setiap individu yang tergabung didalam sebuah keluarga dan memiliki aturan serta nilai2 terendiri didalam keluarga tersebut. sedangkan masyarakat mencakup aspek sosial yang lebih luas dari keluarga.
setiap masyarakat juga memiliki visi & misi, tujuan serta aturan dan nilai yang desepakati bersama.
manusia sebagai mahluk sosial dan individu. manusia sebagai mahluk sosial karena setiap orang atau individu tidak dapat hidup dengan sendirinya dan pasti membutuhkan bantuan orang lain. terjadi saling keterkaitan antara hubungan tersebut. dimana ketika seorang individu bersosialisasi dan berinteraksi satu sama lain, dan pasti didalam hal tersebut terjadi sebuah permasalahan dan konflik sosial yang harus dipecahkan.
dan setiap orang pasti memiliki kepentingan masing-masing pribadi (ego) dari setiap individu.

jika dikaji secara psikologi komunikasi, ada tiga hal yang mempengaruhi individu yaitu id, ego, dan super ego.
id adalah unsur hewani setiap manusia/individu. dimana hawa nafsu serta keinginan individu tersebut yang dipengaruhi oleh hawa nafsu manusia.
ego adalah keinginan manusia yang dibatasi oleh akal fikiran yang sehat. setiap keinginan yang dipengaruhi oleh hawa nafsu, maka ego lah yang berpran untuk membatasi hawa nafsu tersebut.
super ego dalam hal ini bertindak sebagai polisi dari id dan ego manusia yang berfungsi membatasi dan mengatur tindak dan keputusan dari keinginan setiap individu manusia. setiap keinginan yang dipengaruhi oleh hawa nafsu (unsur hewani manusia) dan kemudian super egolah yang bertindak dan berfungsi mengatasin dan membatasinya.

setiap individu/orang pasti menjalani kehidupan sosial. dan terjadi saling keterkaitan antara satu dengan lainnya. seperti didalam masyarakat sosial yang tergabung oleh individu2 dan memiliki aturan-aturan serta nilai-nilai dan norma yang telah disepakati bersama.
setiap individu manusia pasti memiliki aturan-aturan pribadi serta kepentingan pribaadi dirinya sendiri. oleh karena itu didalam kehidupan bersosialisasi dan bermasyarakat yang tergabung dari individu-individu hal tersebut (ego masing2 pribadi) dilebur menjadi satu kesatuan/keutuhan masyarakat dimana terjadi saling keterkaitan antara satu dengan yang lainnya dan kepentingan satu dengan lainnya.
tak heran jika terkadang terjadi permasalahan dalam menjalin hubungan sosial dengan didalam masyarakat, karena beberapa individu pastinya yang tergabung didalam masyarakat tersebut memiliki sikap dan kepribadian dari pribadi individu tersebut.
oleh karena itu, pentingnya memiliki ilmu pengetauan didalam menjalin hubungan sosial dengan masyarakat dan sebagainya untuk dapat mengatasi persoalan tersebut dan dapat menghindarinya.

masing-masing kehidupan sosial seperti didalam keluarga dan masyarakat memiliki nilai serta norma da aturan yang telah ditentukan dan disepakati bersama. jadi hidup bersosialisasi berdampingan dengan individu lainnya memiliki unsur yang terkait antara masing-masing/setiap individu, keluarga, dan masyarakat.
dengan adanya pengetahuan dibidang sosial seseorang individu dapat melebur egonya masing-masing dan menjadi satu kesatuan dan satu keutuhan didalam sebuah kelompok sosial keluarga, dan masyarakat.

penduduk, masyarakat, dan kebudayaan

ketiga aspek tersebut adalah saling berkaitan satu sama lain. penduduk adalah sekumpulan orang yang tinggal atau menempati suatu daerah. sedangkan masyarakat adalah sekumpulan orang (massa) yang terkumpul di suatu tempat dan memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. masyarakat memiliki kebudayaan dimana kebudayaan sosial tersebut yang menjadi kebiasaan dan mempengaruhi pola hidup suatu penduduk/masyarakat.
misalnya saja masyarakat/penduduk di Indonesia. masyarakat Indonesia antara satu dengan yang lain memiliki saling keterkaitan antara masing-masing individu. misalnya saja dalam hal politik. masyarakat indonesia mempunyai visi dan misi yag sama terhadap perkembangan politik dan kepemerinahan akan negara Indonesia. sikap tanggap dan peduli dari masyarakat akan merasa senasip dan sepenanggungan serta kepedulian antara satu dengan yang lainnya.
didalam masyarakat sosial, terjadi hubungan antar manusia sosial sebagai mana dikatakan bahwa manusia adalah mahluk individu dan mahluk sosial. setiap individu memiliki ego masing-masing pribadi dimana didalamnya memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang ada pada dirinya sendiri.
namun, disamping itu manusia juga sebagai mahluk sosial yang tidak dapat hidup dengan sendirinya tanpa membutuhkan bantuan orang lain.
seperti halnya dalam menjalin sebuah hubungan didalam keluarga, antara satu dengan yang lannya mengalami saling keterkaitan dan ketergantungan.

faktor penyebab pertumbuhan penduduk
pertumbuhan penduduk yang begitu pesat akhir-akhir ini menjadi permasalahan sosial bagi masyarakat di Indonesia. akibatnya banyak terjadi kepadatan penduduk di berbagai daerah di Indonesia sehingga tingkat kebutuhan ekonomi masyarakat pun semakin bertambah. dengan semakin tingginya kebutuhan ekonomi yang dialami oleh masyarakat, namun jumlah lapangan pekerjaan, serta lahan untuk tempat tinggal juga semakin terbatas. inilah yang menjadi permasalahan sosial di Indonesia pada saat ini. akibatnya banyak rakyat/penduduk yang erlantar dan tidak mempunyai tempat tinggal yang layak. seperti yang kita lihat dibeberapa daerah dan disudut kota khususnya kota besar seperti DKI Jakarta, banyak sekali orang yang terlantar dan tidak memiliki lahan tempat tinggal yang cukup layak.
seperti yang kita lihat seringkali banyak pemukiman kumuh disekitar bantaran kali dan sungai yang seharusnya disekitar tempat tersebut tidak boleh dijadikan sebagai tempat tinggal, karena akan mengakibatkan pencemaran lingkungan terhadap saluran air tersebut.
disamping itu juga tingkat kemiskinan penduduk yag semakin tinggi akibat sulitnya lapangan pekerjaan serta menimbulkan banyak pengangguran. hal demikian akan berdampak pada tingkat kriminalitas di masyarakat. hal tersebut memicu terjadinya penaikan jumlah kriminalitas pada masyarakat. sehingga banyak yang dirugukan oleh lingkungan sekitar yang tidak memadai dan tidak kondusif.
ledakan penduduk diindonesia juga terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat serta kebudayaan yang menjadi kebiasaan dari sejak turun temuru. tentu hal ini ada kaitannya dengan kebudayaan yang dianut oleh masyarakat indonesia dari sejak dahulu, yaitu yang menganut kepercayaan banyak anak banyak rezeki. kebudayaan tersebut yang belum juga dapat diatasi dan dihilangkan dari masyarakat Indonesia sehingga mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat.

dalam menangani permasalahan sosial tersebut, pemerintah telah berupaya untuk menhimbau serta mengajak seluruh masyarakat Indonesia dalam menanggulangi tingkat pertumbuhan penduduk yang begitu tinggi. upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah tersebut dengan menghimbau seluruh masyarakat untuk turut serta dalam program keluarga berencana (KB) untuk membatasi ledakan penduduk yang terjadi di Indonesia dengan membatasi jumlah anak dengan program KB hanya 2 orang anak.
namun sepertinya hal tersebut belum begitu efektif. disamping dari kesadara masyarakat yang masih rendah dan ketidak pekaan terhadap masalah sosial tersebut. oleh karena itu, pentingnya pendidikan ilmu sosial dasar oleh setiap individu, khususnya mahasiswa sebagai calon penerus generasi mendatang agar dapat memperbaiki serta menanggulangi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.

Faktor penyebab pertumbuhan penduduk:
- tingkat pernikahan yang ada pada usia dini (usia muda) dapat menjadi pemicu dari ledakan penduduk.
- kurangnya kesadaran masyarakat dalam membangun program keluarga berencana (KB), sehingga masih banyak kemungkinan yang terjadi akan ledakan penduduk.
- rendahnya tingkat pendidikan intelektualitas penduduk di Indonesia, khususya masyarakat menengah bawah yang masih menjadi penyebab pertumbuhan penduduk yang begitu pesat.
- tidak memiliki rencana kedepan akan keluarga yang dibangun


sedangkan faktor peyebab penurunan penduduk:
- kematian. jumlah masyarakat yang menurun diakibatkan kematian
- efektifnya program keluarga berencana dimasyarakat
- kesadaran setiap individu dan keluarga untuk cukup dengan dua anak masing2 keluarga
- serta berkurangnya tingkat pernikahan di usia dini yang mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat.

ilmu sosial dasar (ISD)

ilmu sosial dasar (ISD) adalah ilmu yang menelaah atau menganalisis tentang masalah-masalah sosial, khususnya masalah sosial yang ada di Indonesia, dengan menggunakan teori-teori (fakta, konsep, pemikiran/teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti geografi sosial, antropologi sosial, sosiologi, ilmu politik, ekonomi, psikologi, serta sejarah.
ilmu sosial dasar diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang bersifat umum dan mendasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menanggapi gejala-gejala sosial dalam menghadapi permasalahan yang ada di lingkungan sosial.

tujuan dari ilmu sosial dasar:
adalah untuk memahami serta menyadari bahwa terdapatnya masalah-masalah sosal yang dihadapi disekitar lingkungan sosial, peka serta tanggap dan ikut serta dalam menanggulangi permasalahan sosial, dan memahami bidang ilmu pengetahuan lain sehingga dapat diapikasikan terhadap penanggulangan masalah sosial yang ada di masyarakat.

batasan ISD dan ruang lingkup:
berupa masalah-masalah sosial yag ada disekitar masyarakat. meliputi manusia, masyarakat, serta lembaga-lembaga sosial yang ada di masyarakat dan mencakup dari aspek sosiologis, psikologis, antropologi yang kemudian mencakup dan terdiri atas permasalahan ekonomi sosial dan politik.

Senin, 17 Oktober 2011

catatan untuk sang ayah


Catatan untuk sang ayah
          Penyakit yang datang kurang lebih satu tahun silam yang menimpa papi, Eka Franedi tepatnya beberapa waktu setelah bulan ramadhan dan lebaran iddul fitri pada tahun 2010 berlalu. Masih teringat didalam benakku, saat-saat ditemani oleh papi ketika mendaftarkan diri untuk registrasi ulang dikampus Universitas Padjadjaran pada Fakultas Ilmu Komuikasi. Sang ayah memberikan semangat dan dukungan untuk apapun hal yang aku inginkan.
            STROKE… adalah penyakit yang pada akhirnya merenggut nyawa ayahku. Penyakit yang dideritanya kurang dari satu tahun ini, datang dengan tidak disangka-sangka. Sekejap merenggut kebahagiaan, kesejahteraan dan perannya dalam keluarga sebagai tulang punggung yang berupaya keras untuk keluarganya. Setiap orang pasti tidak ada yang mengharapkan penyakit untuk datang kepadanya. Tetapi penyakit datang dengan sendirinya sebagaimana sudah ditakdirkan oleh ALLAH dan sudah menjadi ketetapannya dilauhul’mahfuz.
            Umur papi yang begitu singkat seakan tidak sebanding dengan apa yang ia dapat dan ia perjuangkan semasa hidupnya. Selama 47 tahun papi hidup didunia, sedari kecil orang tuanya menyekolahkannya dengan segala keterbatasan dan ketidakmampuan yang dialami keluarga papi saya sewaktu papi bersekolah. Dengan beasiswa STAN dia berhasil lulus dan mulai meniti karir didalam hidupnya. Denga bermodalkan otak dan ijazah dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ayahku bekerja keras untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
            Namun kehidupan keluarga kami tidak berjalan serta-merta dengan mulus. Ibarat sebuah roda yang berputar, itulah kehidupan keluargaku. Terkadang jatuh bangun, susah senang, dan kebahagiaan yang kami dapatkan diwaktu itu ketika papi masih ada.
            setelah aku beranjak memasuki jenjang perguruan tinggi, barulah papi terserang penyakit stroke. Tepat setelah satu bulan lebih saya memulai perkuliahan dikampus setelah bulan ramadhan berlalu. Beliau terserang penyakit stroke untuk pertamakalinya. Saat melihat dirinya terbaring tak berdaya dirumah sakit, hati yang begitu kuat ini terenyuh seketika dan meneteskan air mata karena melihat orang yang selama ini menjadi penyemangat keluargaku kini terbaring tak berdaya dirumah sakit.
            Tiga bulan lamanya papi tidak dapat beraktifitas karena penyakitnya. Ketika memasuki bulan keempat, barulah ia mulai berjalan dan melakukan aktifitas semampunya. Bulan keempat tepatnya dipenghujung tahun 2010. Memasuki awal tahun 2011, dan bulan kedua papi telah beraktifitas dikantornya. Waktu yang cukup singkat untuk seseorang yang terkena penyakit stroke untuk kembali beranjak sembuh meskipun tidak pulih sempurna.
            Papi eka memang seorang pekerja keras dan memiliki kemauan yang kuat untuk bangkit. Satu hal yang selalu saya ingat darinya…dia adalah seorang pejuang yang bersikeras berusaha mendapatkan apa yang dikehendakinya. Dia selalu berkata “jangan menunda pekerjaan baik”. Sekecil apapun perbuatan itu. Dan dia selalu berusaha berupaya untuk bangkit. Bangkit dari keterpurukan...dan berkemauan keras. Karena tidak ada gunanya kalau terus terlarut dalam keterpurukan, kesengsaraan, dan penderitaan yang dialami.
            Itu yang selalu ada difikiran papi dan hal itu juga yang membuat dirinya dapat mengatasi dan melawan penyakitnya dalam waktu yang terhitung cukup singkat. Semangat dan ikhtiarnya yang semaksimal mungkin…seterusnya terserah allah yang menentukan, lillahita’ala….
            Awal tahun 2011 papi memulai pekerjaan nya dengan memikul penyakit stroke. Beban yang cukup berat ditanggung oleh sang ayah untuk berjuang keras menafkahi keluarganya dengan berusaha semaksimal mungkin melawan penyakitnya dan terus berusaha bangkit untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
            Tibalah dipenghujung bulan Mei 2011, dan memasuki awal bulan juni. Pada awal bulan juni 2011, papi kembali terserang stroke untuk yang kedua kalinya. Saat ini lebih parah dari saat pertama ia terserang stroke. Dan fatal akibatnya karena penyakit stroke yang menyerang papi untuk kedua kalinya inilah yang menjadi penyebab (asbab) kematian papi.
            Tidak ada yang bisa membelokan ketetapan tuhan. Ketika allah menakdirkan papi yang berusia 47 tahun meninggal pada usia tersebut, maka tidak satupun yang bisa mengelak dari takdir allah. Penyakit itu hanyalah sebuah asbab yang menjadi perantara kematian papi, melalui kesalahan dalam pemberian obat yang diberikan oleh dokter dirumah sakit. Namun sudah menjadi takdir dan ketetapan allah bahwa pada usia 47 tahun papi terserang stroke dan meninggal karenanya.
            Namun semangatnya untuk bangkit pada saat itu cukup besar. Ketika papi terkena penyakit stroke yang kedua kali setelah pulang rapat dari kantornya. Semangat didalam dirinya tersebut membuat papi bertahan hidup sedikit lebih lama untuk melawan penyakitnya yang semakin parah dan tidak bisa dikendalikan. Keadaan tubuh yang kejang-kejang dan tak ada yang bisa mengendalikannya. Semangatnya sangat besar….
           

Setelah 20 hari terserang stroke yang kedua kali tersebut, papi merasa sudah cukup dan tidak ada perkembangan akan dirinya yang tak berdaya melawan penyakitnya. Papi dipulangkan kerumah nenek, rumah orang tuanya, tempat ia dibesarkan sedari kecil. Hari pertama papi pulang kerumah nenek, papi dirawat dirumah nenek. Waktunya cukup singkat…hanya tiga hari dari ia dipulangkan dari rumah sakit, dan kemudian kematian menjemput papi yang sedang terserang penyakit stroke.
Hari kedua dirumah nenek, papi diterapi kembali, itu sebagai wujud dari ikhtiar para keluarga untuk kesembuhan papi. Seluruh keluarga berusaha semaksimal mungkin mencoba apa yang bisa dicoba untuk tercapainya kesembuhan papi. Tibalah dihari ketiga…hari dimana kematian menjemput nyawa sang ayah yang selama ini berkorban untuk keluarganya, bekerja keras, menjadi tulang punggung keluarga, menafkahi keluarga. Tepat setelah shalat isya’ (ba’da isya) tepatnya pukul 19.30 wib. disaat papi mau diterapi akupunktur, sang dokter yang menemukan papi yang sudah tidak berdenyut dan tidak menghembuskan nafas. Barulah seluruh keluarga menyadari kepergian papi. Kematian yang begitu tenang menghampirinya…
Sungguh penyesalan karena disaat papi menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya, saya sebagai anak yang paling diharapkan olehnya tidak ada disampingnya untuk melepas kepergian papi, karena pada waktu itu saya sedang menjalankan aktifitas kampus diJatinangor, jawa barat.
Waktu yang tidak terasa, bahkan begitu singkat bagi saya untuk kepergian sang ayah. Tidak sempat untuk memohon maaf kepadanya…belum sempat berbakti kepada sang ayah…dan tidak bisa menepati janjinya untuk melihat saya, sang anak yang menjadi apa yang ia harapkan dimasa depan. Cukuplah segala apa yang telah diajarkan oleh ayahku, apa yang selalu ditanamkan kepada keluarganya. Segala hal yang bermanfaat yang selalu diingatkan dan disampaikan kepada saya. Cukuplah segala apa usahanya selama ini, hal yang diberikan papi kepadaku untuk menjadi bekal hidup dimasa mendatang….dunia dan akhirat…
Untuk sang ayah….Eka Franedi yang telah wafat pada hari rabu, 6 juli 2011 ba’da shalat isya’